Setiap Sound Engineer dan musisi tahu betul betapa pentingnya acoustical treatment
dalam sebuah ruangan yang difungsikan sebagai audio - video room. Tanpa penataan acoustic yang benar dan tepat, tidak dapat tercipta
keseimbangan frekuensi suara pada sebuah ruangan, cenderung terjadi suara boomy atau suara rendah yang berlebihan dan tidak teratur
ataupun dead room yang sangat melelahkan. Sering terjadi pula echo atau pantulan yang sangat tidak diinginkan.
Foam products dan light-weight tubes absorb hanya menyerap frekuensi suara mid atau high. Sebaliknya lapisan papan ataupun gypsum yang
menutupi absorb hanya akan menjebak frekwensi rendah dan memantulkan suara mid atau high. Tidak hanya hal tersebut, pengaturan sudut
pantul akan sangat mempengaruhi terjadinya suara echo ataupun delay yang tidak diperlukan. Pada prinsipnya kita perlu mengenali
sifat-sifat suara, sehingga kita dapat memahami betul penataan acoustic seperti apa yang tepat untuk ruangan tersebut.
Selain itu kita harus menentukan dahulu fungsi dan kegunaan ruang tersebut, karena akan mempengaruhi besaran ruang, bentuk ataupun
seberapa critical acoustic diperlukan sehingga tidak terjadi pemborosan berlebihan yang tidak diperlukan. Jenis / frekwensi suara secara
umum terdiri dari high, mid dan bass. Ketiga jenis suara tersebut kita mix sedemikian rupa sehingga nyaman didengar oleh audience,
ini adalah kemampuan seorang sound engineer dalam memixing suara. Selain peralatan profesional yang dipergunakan, hal tersebut sangatlah
dipengaruhi oleh kondisi ruangan. Karena telinga manusia bukanlah alat atau mesin yang dapat diatur, telinga mendengar apa yang sumber
suara timbulkan. Apabila telinga mendengar frekwensi bass yang berlebihan, secara otomatis kita akan mengequalisir dengan cara mengurangi
frekwensi bass pada mixer atau alat yang kita gunakan, demikian pula sebaliknya. Sering kita kadang kurang menyadari bahwa hal tersebut
ternyata sangat dipengaruhi oleh kondisi ruangan di mana kita mendengarkan. Padahal tidak demikian yang terjadi apabila sumber suara
tersebut didengarkan pada ruang dengan situasi dan kondisi yang berbeda.
Bagaimana pula dengan suara yang begitu keras yang ditimbulkan sehingga sangat mengganggu orang lain, ataupun kebocoran yang sangat mengkhawatirkan dalam suatu proses perekaman dan pengeditan? Pada umumnya frekwensi high atau mid lebih mudah dikendalikan dibandingkan frekwensi bass. Sifat dari suara selain memantul, merambat, dia juga bisa menimbulkan bayang-bayang suara. Sifat-sifat inilah yang kita tata sedemikian rupa sehingga tercipta keseimbangan dan mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan. Untuk itu kita perlu memahami karakter bahan atau material yang dipergunakan dan benda-benda yang akan diletakkan, serta kapasitas orang rata-rata yang ada di dalam ruang tersebut nantinya. Hal-hal inilah yang menjadi acuan dalam menempatkan acoustic treatment ke dalam ruangan, selain fungsi dan kegunaan ruang tersebut.
Tidak dapat dilupakan pula segi suasana dan kenyamanan atau tata ruang dalam / interior design baik furniture, kerapihan pekerjaan, detail, warna maupun elemen estetisnya. Karena hal ini juga sangat mempengaruhi mood seseorang di dalam ruangan tersebut, terlebih dia dituntut bekerja secara kreatifitas dan memakan waktu yang cukup lama.